Cara Membaca Banyak Sensor RS485 Modbus via TCP/IP Menggunakan USR DR302 Dalam dunia otomasi industri dan Internet of Things (IoT), tantangan terbesar sering kali muncul saat kita harus menarik data dari banyak sensor di lapangan dan mengirimkannya ke sistem komputer jarak jauh yang berbasis jaringan lokal (LAN). Melalui artikel ini, Anda akan dipandu secara langkah demi langkah mengenai cara mengintegrasikan banyak sensor temperatur dan kelembapan Renatta RN-N01 sekaligus dalam satu jalur komunikasi menggunakan metode wiring daisy chain. Tidak hanya membahas sisi perangkat keras (hardware), tutorial ini juga akan mengupas tuntas cara mengonfigurasi perangkat gateway USR DR30 melalui software agar data parameter fisik lapangan dapat dikonversi dari protokol Modbus RS485 menjadi Modbus TCP/IP secara lancar tanpa mengalami kendala error timeout. | Daftar Isi Alat dan Bahan Design Wiring Implementasi Hasil Akhir Kesimpulan Frequently Asked Questions https://youtu.be/bco3FvdKrX8?si=qKBCJFdBocV1O9NUTonton Video Tutorial Lengkapnya Di Sini !!! | Alat dan Bahan Modbus Gateway USR DR30 Link Pembelian >>> Sensor Renatta RN-N01 Link Pembelian >>> USR Configuration Software Link Download >>> Software Modbus Poll Link Download >>> |Design Wiring | Implementasi Bagian ini merupakan langkah-langkah untuk konfigurasi hardware dan konfigurasi software : > Hardware Buka penutup casing pada masing-masing sensor temperatur Renatta RN-N01. Hubungkan terminal kabel daya (VCC dan Ground) serta kabel data (485A dan 485B) secara paralel dari sensor pertama ke sensor kedua, ketiga, hingga sensor keempat. Ambil ujung sisa kabel data RS485 (A dan B) dari sensor terakhir. Sambungkan kabel tersebut ke port terminal terminal sekrup A, B, dan Ground yang terletak di bagian bawah perangkat USR DR30 sesuai penandaan. Hubungkan kabel power DC (tegangan 5V hingga 36V) ke port plus (+) dan minus (-) pada USR DR30. Pastikan lampu indikator Power pada USR DR30 dan layar pada keempat sensor menyala. Tekan dan tahan tombol OK pada fisik sensor selama beberapa detik hingga muncul menu pengisian password. Masukkan password default yaitu 888 dengan menekan tombol navigasi, lalu tekan OK kembali hingga masuk ke menu pengaturan. Pilih menu Address (ID), lalu ubah nomor ID sensor agar berbeda satu sama lain (misal: Sensor 1 = ID 1, Sensor 2 = ID 2, dst.). Pastikan menu Baud Rate di dalam sensor berada pada angka 9600. Tekan OK untuk menyimpan, lalu tekan tombol kembali. Colokkan konektor kabel LAN yang aktif ke port RJ45 pada USR DR30. Pastikan lampu indikator fisik berwarna hijau dan kuning pada port tersebut menyala stabil. > Software Pastikan komputer Anda terhubung dalam satu jaringan internet/lokal yang sama dengan USR DR30. Buka software utilitas bawaan USR di komputer, kemudian klik tombol Search Device. Tunggu hingga perangkat USR DR30 terdeteksi secara otomatis di layar. Ubah pengaturan IP dari dinamis menjadi Static pada kolom parameter sebelah kanan. Masukkan alamat IP Statis baru yang belum terpakai pada jaringan Anda (contoh: 192.168.1.7) dan atur gateway ke 192.168.1.1 Pada kolom Port Parameter, ubah Work Mode menjadi TCP Server. Ubah nilai Local Port menjadi 502. Gulir ke bagian paling bawah, lalu centang pilihan opsi Modbus TCP dan Modbus TCP Pol. Cari pengaturan Baud Rate pada software utilitas, lalu ubah nilainya dari default 115200 menjadi 9600 (harus sama persis dengan seting fisik pada sensor). Klik tombol Save Config dan tunggu hingga sistem memunculkan notifikasi sukses (ACK). Buka software pihak ketiga (seperti Modbus Poll atau Highwell). Masuk ke menu Connection, pilih mode Modbus TCP/IP, lalu masukkan IP Address 192.168.1.7 dan Port 502. Klik OK/Connect. Masukkan nomor Slave ID sensor yang ingin dibaca (misal: ID 1). Amati tabel register: Data kelembapan (Humidity) akan muncul pada Address 0 dan data suhu (Temperature) pada Address 1. Catatan: Bagi nilai yang tertera di layar dengan angka 10 untuk mendapatkan nilai aktualnya (misal: angka 288 berarti 28,8°C). | Hasil Akhir Hasil akhirnya adalah sistem monitoring terintegrasi yang mampu menampilkan parameter suhu dan kelembapan udara secara real-time pada banyak sensor Renatta RN-N01, sekaligus mentransmisikan data riil tersebut secara akurat ke software Modbus Poll melalui konversi gateway USR DR30 berbasis TCP/IP yang stabil. | Kesimpulan Mengonfigurasi banyak sensor Renatta RN-N01 ke jaringan TCP/IP menggunakan gateway USR DR30 merupakan solusi efektif untuk membangun sistem monitoring lingkungan terintegrasi secara real-time. Kunci keberhasilan sistem ini terletak pada sinkronisasi parameter antara hardware dan software, di mana setiap sensor harus memiliki Slave ID unik agar data tidak bentrok, serta pengaturan Baud Rate pada software gateway yang harus disetel sama persis dengan fisik sensor (yaitu 9600) untuk menghindari Timeout Error. Melalui konversi dari protokol serial Modbus RS485 menjadi Modbus TCP/IP via kabel LAN ini, seluruh data kelembapan dan suhu kini dapat dipantau dari jarak jauh menggunakan software komputer dan siap diintegrasikan ke platform SCADA industri seperti Haiwell. | FAQ (Frequently Asked Questions) Mengapa disarankan menggunakan IP Statis pada USR DR30 dibandingkan IP Dinamis (DHCP)?Penggunaan IP Statis sangat disarankan untuk mempermudah proses maintenance jangka panjang. Jika menggunakan IP dinamis, alamat IP gateway bisa berubah sewaktu-waktu (misal saat alat mati atau router restart), yang akan menyebabkan software SCADA atau Modbus Master kehilangan koneksi karena menembak alamat IP yang salah. Apakah semua sensor yang dihubungkan dengan metode Daisy Chain boleh menggunakan Slave ID yang sama?Tidak boleh. Setiap sensor yang berada dalam satu jalur data RS485 wajib memiliki Slave ID (Address) yang unik dan berbeda satu sama lain (misalnya Sensor 1 = ID 1, Sensor 2 = ID 2, dst.). Jika ada ID yang kembar/bentrok, gateway tidak akan bisa mengidentifikasi sensor dan data tidak akan terbaca. Apa keuntungan mengubah jaringan komunikasi dari RS485 ke TCP/IP menggunakan USR DR30?Jalur serial RS485 standar memiliki keterbatasan jarak dan tidak bisa langsung dihubungkan ke jaringan komputer modern. Dengan menggunakan USR DR30, data serial tersebut dikonversi menjadi protokol berbasis ethernet (Modbus TCP/IP), sehingga data sensor dapat diakses secara fleksibel dari jarak jauh melalui kabel LAN, switch, atau router yang sudah ada di area infrastruktur Anda.